Cilegon, (Beritain.co.id) – Semangat kebersamaan dan demokrasi mewarnai pelaksanaan Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Citangkil yang digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon, Kamis, (16/10/2025).
Dalam forum tertinggi tingkat cabang tersebut, para guru se-Kecamatan Citangkil secara aklamatif memilih kepengurusan baru untuk masa bakti XXIII tahun 2025–2030.
Dari hasil perhitungan suara, Naseh, S.Pd berhasil unggul dengan 41 suara, mengalahkan Hairul Uyun yang memperoleh 34 suara. Dengan kemenangan ini, Naseh kembali dipercaya memimpin PGRI Cabang Citangkil untuk periode kedua.
Adapun hasil lengkap pemilihan pengurus inti PGRI Cabang Citangkil adalah sebagai berikut: Ketua : Naseh, Wakil Ketua I : Ita Muftayati, Wakil Ketua II : Sarono, Sekretaris: Fatiah.
Usai konferensi, Naseh menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi guru di wilayah Citangkil.
“Yang pasti saya ucapkan terima kasih kepada Sang Khalik dan kepada seluruh rekan-rekan anggota PGRI se-Kecamatan Citangkil. Ini merupakan hasil dari komitmen bersama sehingga konferensi ini dapat berjalan baik dan lancar,” ujarnya.
Naseh mengaku terharu sekaligus tertantang untuk melanjutkan estafet kepemimpinan PGRI Citangkil.
“Perasaan kami tentu senang bercampur haru. Tapi di sisi lain, saya juga bertanya pada diri sendiri: mampukah saya menjalankan amanah ini untuk periode kedua? Namun dengan kebersamaan seluruh pengurus dan anggota, saya yakin kita mampu membawa PGRI Citangkil menjadi lebih baik,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya semangat kolektif dalam menjalankan program organisasi agar kepengurusan berjalan efektif.
“Kami tidak ingin kepengurusan ini hanya sebatas nama. Semua pengurus harus benar-benar bekerja dengan baik agar beban kepemimpinan terasa ringan. Kita harus bersama-sama meningkatkan profesionalisme guru sebagai wujud nyata perjuangan organisasi,” tegasnya.
Selain itu, Naseh menyebut struktur organisasi akan segera dilengkapi dengan posisi bendahara dan beberapa seksi.
“Masih ada beberapa posisi yang akan segera dilengkapi. Setelah itu, kami akan membahas program kerja berdasarkan hasil komisi A, B, dan C sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Naseh mengajak seluruh guru di Citangkil untuk terus memperkuat solidaritas dan memperjuangkan kemajuan pendidikan.
“Layaknya sapu lidi, kita akan kuat bila bersatu. Mari kita satukan langkah untuk memajukan pendidikan dan mewujudkan Merdeka Belajar di Citangkil,” pungkasnya. (Sari/Red).

