Menuju Lomba Nasional, Posyantek Tangguh Latih UMKM dan Petani Kenalkan Teknologi Pupuk Organik

Menuju Lomba Nasional, Posyantek Tangguh Latih UMKM dan Petani Kenalkan Teknologi Pupuk Organik

Cilegon, (Beritain.co.id) – Kelurahan Sukmajaya melalui Posyantek Tangguh menggelar Pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk memperkenalkan Teknologi Tepat Guna kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta petani lokal, termasuk Kelompok Tani Wanita (KWT).

Acara yang diselenggarakan di Link. Nyikambang, RT.02/RW.05, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Senin, (15/09/2025).

Kegiatan ini memfokuskan pada pemanfaatan alat pembuat dan pengaduk pupuk organik serta hayati untuk meningkatkan kualitas produksi pertanian sekaligus mendukung praktik pertanian berkelanjutan.

Pelatihan yang juga menjadi bagian dari persiapan menuju Lomba Posyantek Nasional ini dihadiri perwakilan Dinas Pertanian Susilo, Dinas Lingkungan Hidup Febriyana, Lurah Sukmajaya Irfan Sonhaji, Kasi PPM Kelurahan Sukmajaya Ita Suraiya, Ketua Posyantek Bolo, Pembina Posyantek N. Sasmito, para Ketua RT/RW, pelaku UMKM, petani, dan anggota KWT setempat.

Peserta mendapat pembekalan teori sekaligus praktik langsung pembuatan dan penggunaan alat produksi serta pengadukan pupuk organik dan hayati.

Lurah Sukmajaya Irfan Sonhaji, S.Sos., menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini.

“Posyantek Tangguh dan KWT berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna yang ramah lingkunga,”ujarnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut untuk memberdayakan masyarakat lokal.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut demi pemberdayaan masyarakat lokal,” harapannya.

Sementara itu, Kasi PMM Ita Suraiya, S.Kep., Ners. menjelaskan manfaat penggunaan pupuk organik dan hayati, antara lain:

Meningkatkan kesuburan tanah dengan memperbaiki struktur dan nutrisi. Mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sehingga dampak negatif bisa diminimalkan.

Mendukung pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.Memberdayakan peran perempuan, khususnya KWT, dalam produksi dan pengelolaan pupuk organik.

Dengan hadirnya alat pengaduk pupuk hayati, diharapkan KWT dapat Meningkatkan efisiensi proses pencampuran bahan pupuk.

Menghasilkan pupuk yang lebih homogen dan berkualitas. Mendorong inovasi sesuai kebutuhan tanaman lokal.

Ita Suraiya juga menyampaikan saran dan harapan Peningkatan akses teknologi agar lebih banyak KWT memanfaatkan alat pembuat dan pengaduk pupuk organik.

Pendampingan berkelanjutan untuk optimalisasi penerapan teknologi. Pengembangan pasar agar pupuk organik dapat dipasarkan lebih luas dan meningkatkan pendapatan kelompok.

Di tempat yang sama, Ketua Posyantek Bolo menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ajang pemantapan menuju Lomba Posyantek Nasional.

“Kami optimistis dengan inovasi dan penerapan teknologi tepat guna, Posyantek Tangguh mampu bersaing di tingkat nasional dan berkontribusi pada pengembangan teknologi bagi masyarakat,” ujarnya.

Peserta pelatihan juga mendapatkan pendampingan praktik penggunaan alat pembuat dan pengaduk pupuk organik, yang dapat diterapkan langsung di usaha masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Posyantek Tangguh berharap UMKM, petani, dan khususnya Kelompok Tani Wanita semakin maju serta mampu mengadopsi teknologi untuk meningkatkan produksi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. (Sari/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *