Dinkes Cilegon Gelar Gerakan Aksi Bergizi, Dorong Remaja Terapkan Pola Hidup Sehat dan Cegah Anemia

Dinkes Cilegon Gelar Gerakan Aksi Bergizi, Dorong Remaja Terapkan Pola Hidup Sehat dan Cegah Anemia

Cilegon, (Beritain.co.id) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon menggelar Gerakan Aksi Bergizi sebagai upaya meningkatkan kesadaran hidup sehat di kalangan pelajar tingkat SMP dan SMA. Kegiatan yang digelar pada 2025 ini diikuti oleh sembilan sekolah, terdiri dari lima SMP dan empat SMA yang menjadi perwakilan dari masing-masing puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Drg. Ratih Purnamasari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk mencegah anemia pada remaja putri.

“Program ini memang dilaksanakan setiap tahun. Kami memiliki inovasi Seganis atau Selasa Cegah Anemia yang menyasar seluruh remaja putri di Kota Cilegon tanpa terkecuali. Karena remaja putri mengalami menstruasi setiap bulan, mereka rentan kekurangan darah sehingga menjadi lemah, letih, dan sulit berkonsentrasi,” ujarnya.

Ratih menegaskan bahwa Gerakan Aksi Bergizi selaras dengan komitmen pemerintah dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045 melalui pembangunan kesehatan remaja yang kuat, produktif, dan bebas anemia.

“Para pelajar juga diajak membiasakan diri mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) seminggu sekali, menjaga gizi seimbang, sarapan pagi, serta aktif berolahraga sebagai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Ratih turut memperkenalkan program CERDIK sebagai pedoman pola hidup sehat, meliputi :

  • C : Cek kesehatan secara berkala
  • E : Enyahkan asap rokok
  • R : Rajin beraktivitas fisik
  • D : Diet seimbang
  • I : Istirahat cukup
  • K : Kelola stres

Ratih menekankan bahwa kesehatan mental remaja juga memegang peranan penting dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda yang berkualitas.

Sementara itu, Panitia pelaksana kegiatan, dr. Kentjana Widjajasri, menjelaskan bahwa rangkaian Aksi Bergizi tahun ini turut dimeriahkan oleh penampilan dari sekolah-sekolah yang telah lolos seleksi di tingkat kecamatan.

“Setiap sekolah menampilkan perform terbaiknya, dan ada empat aspek yang dinilai oleh dewan juri, yaitu isi materi, kekompakan, kualitas penampilan, serta ketepatan durasi yang ditentukan selama 10 menit,” jelas dr. Kentjana.

Dari proses penilaian tersebut, panitia menetapkan juara 1 dan juara 2 untuk kategori SMP, serta juara 1 dan juara 2 untuk kategori SMA.

“Sekolah yang tampil hari ini merupakan hasil seleksi dari puskesmas. Tidak semua sekolah langsung ikut. Puskesmas melakukan pemilihan terlebih dahulu di tingkat kecamatan sebelum membawa perwakilannya ke tingkat kota,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas pelajar, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

“Semoga semangat para pelajar untuk menerapkan pola hidup sehat semakin meningkat dan menjadi kebiasaan positif dalam mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *