Cilegon, (Beritain) – Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menggratiskan biaya pendidikan mulai dari SD, SLTP, SLTA Negeri hingga kuliah di perguruan tinggi negeri mendapat dukungan penuh dari Pengurus Besar Al-Khairiyah.
Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin (Mumu), menilai rencana tersebut sebagai langkah berani dan berpihak kepada rakyat. Jika terealisasi, kebijakan itu akan menjadi terobosan besar dalam pemerataan akses pendidikan di Indonesia.
“Langkah ini jika terwujud merupakan niat yang luar biasa dalam membantu masyarakat untuk mengakses pendidikan gratis secara tuntas dan kami sangat setuju, mendukung dan mengapresiasi rencana kebijakan tersebut,” ujar Mumu.
Menurutnya, pendidikan gratis akan membuka pintu seluas-luasnya bagi anak-anak dari semua lapisan sosial untuk tetap bersekolah tanpa terbebani biaya. Kebijakan ini juga diyakini mampu menekan angka putus sekolah akibat faktor ekonomi keluarga.
“Pemerataan akses pendidikan kuliah gratis membuka kesempatan bagi semua anak dari berbagai status sosial untuk tetap bersekolah tanpa terbebani biaya, mengurangi Angka Putus Sekolah, mencegah anak-anak berhenti sekolah di tengah jalan akibat kendala finansial,” jelas Mumu.
Lebih jauh, Mumu menilai investasi di bidang pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Generasi yang cerdas dan siap kerja akan menjadi modal utama kemajuan bangsa.
Ia juga menyoroti soal pengelolaan keuangan kampus negeri saat ini. Mumu menyebut biaya kuliah seperti UKT di PTN tidak masuk langsung sebagai pendapatan APBN, melainkan dikelola sendiri sebagai PNBP oleh kampus untuk operasional, yang rawan menjadi ladang korupsi.
“Di lain pihak selain dana bayaran kampus negeri itu tidak masuk ke dalam APBN, malah kampus negeri justru menerima subsidi APBN mendapatkan alokasi dana dari APBN dalam bentuk subsidi operasional, gaji dosen/pegawai, dan fasilitas,” ungkapnya.
Karena itu, kebijakan pendidikan gratis dari SD hingga perguruan tinggi dinilai sebagai bentuk kesungguhan pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa membebani masyarakat.
“Jadi berkaitan dengan surprise besar bagi generasi bangsa dalam bentuk semua pendidikan gratis tersebut kami apresiasi dan kami dukung sebagai bentuk keberpihakan dan kesungguhan pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto,” tegas Mumu.
Mumu optimistis, jika kebijakan ini konsisten dijalankan, dampaknya akan terlihat dalam 5 hingga 10 tahun mendatang.
“Investasi dalam dunia pendidikan memang tidak hari ini dilakukan dan langsung akan dapat terlihat hasilnya, akan tetapi investasi kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan apalagi sampai kuliah di kampus negeri gratis, sangat berpengaruh terhadap kemajuan nusa dan bangsa. Indonesia lima atau 10 tahun yang akan datang akan menjadi bangsa yang maju dengan sumbangan SDM yang luar biasa,” pungkasnya. (Sari)

