*Cilegon, (Beritain)* – Badan Pengawas Pemilu Kota Cilegon terus memperkuat kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat dalam rangka pengawasan pemilu. Salah satunya melalui Gerakan Pramuka, yang dinilai memiliki jaringan luas hingga ke tingkat akar rumput.
Komitmen itu ditunjukkan saat Bawaslu Kota Cilegon hadir dalam kegiatan Pesta Siaga Pramuka Kota Cilegon yang digelar akhir pekan ini. Kehadiran Bawaslu sekaligus menjadi momentum sosialisasi awal pengawasan partisipatif kepada generasi muda.
*Subi’ah, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (HPPH) Bawaslu Kota Cilegon*, menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya kerja sama tersebut. “Alhamdulillah Bawaslu sudah MOU dengan Pramuka dan sudah terbentuk kepengurusannya di Saka Adhyaksa Pemilu tanggal 13 Agustus kemarin. Jadi di anggota Pramuka kita ini anak bontot baru lahir, tapi kita Alhamdulillah Bawaslu walaupun baru beberapa tahun, asalkan nyata terbentuk gitu kan,” ujarnya.
Menurut Subi’ah, pembentukan Saka Adhyaksa Pemilu harus dipercepat agar bisa segera berfungsi. “Kenapa saat di atas itu kita harus bentuk? Tujuannya adalah kita ketika di 2029 pemilu nanti kerja sama dengan Pramuka. Jadi kita sosialisasi 100 hari pertama biasa kita akan sosialisasi ke sangat-sangat di sekitar Kota Cilegon,” katanya.
Ia menjelaskan peran Pramuka ke depan tidak hanya sebagai peserta sosialisasi, tetapi juga sebagai ujung tombak pengawasan. “Kemudian nanti mereka akan kami libatkan menjadi pengawas masing-masing. Pengawas itu menyeluruh saja. Jadi enggak ada dari Pramuka, dari masyarakat menjadi ada. Mati ya. Jadi bukan hanya nama ketua Bawaslu kemudian ex officio gitu,” jelasnya.
Materi pengawasan akan diberikan secara bertahap kepada anggota Pramuka yang tergabung. “Jadi pelayan nanti kita sosialisasi itu hingga mendapatkan pemilu yang benar-benar memiliki pengawas yang potensial. Karena mereka kita apa namanya latih, artinya disosialisasikan apa saja yang diawasi,” ucap Subi’ah.
Fokus pengawasan akan dimulai sejak tahapan kampanye hingga hari pemungutan suara. “Yang pertama kan biasanya saat kampanye itu nanti kita akan kasih, sosialisasikan ke mereka apa saja yang boleh dan tidak boleh. Kemudian di saat yang paling itu tuh hari tenang. Kalau calon harusnya hari tenang, tapi kalau kami penyelenggara bukan hari tenang, itu hari kerja ya kan, dari waspada gitu. Kemudian tentu saja hari H-nya. Jadi mereka dengan memakai baju Pramuka mereka menjadi pengawasnya,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Subi’ah juga menyampaikan ucapan selamat Hari Pramuka. “Tentu saja ya selamat ulang tahun untuk Pramuka nasional. Cilegon mungkin baru hari ini merayakan karena memang waktu yang belum, yang baru bisa hari ini. Selamat ulang tahun, semoga Pramuka semakin baik lagi untuk bangsa ini,” tutupnya. (Sari)

