Pemkot Cilegon Buka Pelatihan bagi Pekerja Terdampak PHK, BPJS dan Beasiswa Turut Disalurkan

Pemkot Cilegon Buka Pelatihan bagi Pekerja Terdampak PHK, BPJS dan Beasiswa Turut Disalurkan

Cilegon, (Beritain.co.id) – Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar Program Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Pekerja Terdampak PHK Tahun 2026 di Aula Diskominfo, Kota Cilegon, Kamis (24/9/2026).

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menambah keterampilan, tetapi juga diharapkan menjadi jembatan bagi para pekerja terdampak PHK untuk kembali masuk ke dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.

Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi Guru Ngaji dan Guru Madrasah, santunan kematian bagi Ketua RT/RW, Kader Cilegon Mandiri, Linmas dan Pemandi Jenazah, serta beasiswa bagi ahli waris.

Acara dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra.

Pelatihan dijadwalkan mulai 28 September 2026 dan pada Batch 1 diikuti 188 peserta. Jumlah tersebut merupakan bagian dari 307 peserta yang sebelumnya diusulkan Pemkot Cilegon kepada UPTD Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang.

Pada Batch 1, peserta akan mengikuti pelatihan dalam empat bidang keahlian. Pertama, pelatihan Operator Forklift dengan 96 peserta. Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung pada 1, 2, 3 dan 5 Oktober 2026 di tiga lokasi, yakni PT Semindo Gemilang, PT Multigroup dan Kantor Disnaker Kota Cilegon.

Kedua, pelatihan Operator K3 Umum yang diikuti 60 peserta. Pelatihan tersebut berlangsung pada 28–30 September 2026 di Kantor Disnaker Kota Cilegon.

Ketiga dan keempat itu, pelatihan Barista dan Digital Marketing/Content Creator masing-masing diikuti 16 peserta. Keduanya dijadwalkan berlangsung pada 12–15 Oktober 2026 di Kantor Disnaker Kota Cilegon dan Kantor Karang Taruna Lebak Denok.

Sekretaris Daerah Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Menurutnya, peningkatan keterampilan menjadi salah satu bekal penting agar pekerja terdampak PHK dapat kembali bersaing di pasar kerja.

“Dengan adanya pelatihan ini, mudah-mudahan bisa sangat membantu buat rekan-rekan semua dengan menambahkan skill tentunya, agar ke depan sesuai dengan kebutuhan kerja yang ada di Kota Cilegon,” ujarnya.

Aziz menekankan, pelatihan tidak boleh hanya berorientasi pada pemberian sertifikat. Lebih dari itu, kompetensi yang diperoleh peserta harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

“Yang paling penting yaitu bagaimana pelatihan ini benar-benar meningkatkan kualitas dan kompetensi peserta agar mereka mampu menghadapi tantangan dunia kerja ke depan,” tegasnya.

Ia juga meminta Disnaker tidak berhenti pada tahap pelatihan. Pemerintah diminta melakukan pendampingan lanjutan, termasuk memetakan kebutuhan tenaga kerja dan lowongan yang tersedia di perusahaan-perusahaan di Kota Cilegon.

“Jangan sampai prosesnya berhenti setelah pelatihan. Perusahaan-perusahaan di Kota Cilegon yang membuka lowongan harus didata dan utamakan teman-teman yang sudah mengikuti pelatihan ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Cilegon, Sri Widayati, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi pekerja sekaligus memberikan alternatif bagi mereka untuk kembali mencari pekerjaan atau mengembangkan usaha secara mandiri.

“Ini merupakan kegiatan perdana di Kota Cilegon. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu inovasi dalam pelayanan ketenagakerjaan. Kami juga berharap kerja sama yang sudah dibangun dengan industri dapat terus diperkuat,” pungkasnya. (Red/Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *