Di Hari Kemerdekaan RI Ke-80, 29 WBP Lapas Cilegon Dapat Remisi Bebas

Di Hari Kemerdekaan RI Ke-80, 29 WBP Lapas Cilegon Dapat Remisi Bebas

Cilegon, (Beritain.co.id) – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, Minggu, (17/08/2025).

Upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, Margono, menjadi momentum penuh makna bagi ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Suasana pagi yang cerah menambah khidmat prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih dan pembacaan teks Proklamasi.

Namun, momen peringatan kemerdekaan kali ini terasa lebih istimewa dengan penyerahan Remisi Umum dan Remisi Dasawarsa Tahun 2025 kepada para WBP.

Berdasarkan keputusan yang diterima, sebanyak 1.524 orang memperoleh Remisi Umum I, 25 orang mendapat Remisi Umum II dan langsung pulang, 45 orang memperoleh Remisi Umum II dengan menjalani subsider, serta 1.719 orang menerima Remisi Dasawarsa.

Selain itu, tiga orang mendapatkan Remisi Dasawarsa Pidana Denda langsung pulang, dan satu orang WBP memperoleh Remisi Umum I habis masa pidana pokok sehingga langsung bebas.

Secara keseluruhan, terdapat 29 orang WBP yang benar-benar bebas pada hari itu dan dapat kembali ke keluarga masing-masing.

Dalam sambutannya, Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon Margono menyampaikan bahwa remisi bukan sekadar hadiah, melainkan hasil dari proses pembinaan, kedisiplinan, dan komitmen warga binaan untuk memperbaiki diri.

“Remisi adalah hadiah kemerdekaan dari negara yang diberikan sebagai wujud penghargaan bagi warga binaan yang mampu menunjukkan perubahan perilaku. Kami berharap saudara-saudara yang mendapatkan remisi, khususnya yang langsung bebas, mampu kembali ke masyarakat dengan semangat baru. Jadikan hari ini sebagai titik balik menuju kehidupan yang lebih baik,” ujarnya penuh haru.

Penyerahan remisi dilakukan secara simbolis kepada dua orang perwakilan WBP di hadapan seluruh peserta upacara. Momen sederhana namun sarat makna itu disambut haru ada yang menundukkan kepala dengan mata berkaca-kaca, ada pula yang menepuk dada sebagai tanda syukur.

“Kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari tembok penjara, tetapi juga bebas dari belenggu kesalahan dan masa lalu. Inilah kesempatan bagi warga binaan untuk memerdekakan diri, menjadi insan yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya.

Kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan. Peringatan HUT ke-80 RI di Lapas Cilegon pun tercatat sebagai momen bersejarah bukan hanya bagi Indonesia yang merayakan delapan dekade kemerdekaan, tetapi juga bagi warga binaan yang melangkah ke babak baru kehidupan dengan semangat “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat.” (*/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *