Baznas Cilegon Salurkan 500 Kacamata Gratis, Ratusan Siswa SMPN 6 Antusias Jalani Cek Mata

Baznas Cilegon Salurkan 500 Kacamata Gratis, Ratusan Siswa SMPN 6 Antusias Jalani Cek Mata

Cilegon, (Beritain.co.id) – Ratusan siswa SMP Negeri 6 Cilegon antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan mata gratis yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon bersama Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN) Banten, RS Citra Sundari, dan Klinik Saruni Pandeglang, Sabtu, (25/07/2026).

Kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bagian dari program tahunan Baznas Kota Cilegon yang menyasar pelajar di sejumlah sekolah. Pada pelaksanaan kali ini, sebanyak 850 siswa kelas 7, 8, dan 9 serta 55 guru turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan apel bersama di lapangan sekolah.

Wakil Ketua II Baznas Kota Cilegon, Habibie Abfat, S.Pd.I., M.E., mengatakan program pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis tersebut telah memasuki tahun kedua. Tahun ini, Baznas menyiapkan kuota sebanyak 500 kacamata gratis untuk lima sekolah di Kota Cilegon.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa langsung bergerak. Kuota tahun ini 500 kacamata untuk lima sekolah. Tapi bagi kami, tidak cukup hanya membagikan kacamata,” ujar Habibie.

Menurutnya, edukasi mengenai kesehatan mata menjadi bagian penting dalam program tersebut. Sebab, pemberian kacamata harus diiringi dengan pemahaman mengenai cara menjaga kesehatan mata serta penggunaan kacamata yang tepat.

“Percuma kita berikan kacamata kalau anak-anak tidak tahu cara merawat mata dan menggunakan kacamata dengan benar. Harus ada pengetahuan dulu,” tegasnya.

Habibie juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar program sosial dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, khususnya para pelajar.

“Kami tidak bisa jalan sendiri. Terima kasih kepada IROPIN Banten, RS Citra Sundari, Klinik Saruni Pandeglang, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas yang sudah turun langsung. Sinergi seperti ini yang membuat program bakti sosial bisa menyentuh langsung ke sekolah-sekolah,” katanya.

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan cakupannya diperluas sehingga semakin banyak pelajar di Kota Cilegon yang mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan mata secara gratis.

“Ini baru lima sekolah dengan kuota 500 kacamata. Ke depan kami ingin lebih banyak lagi pelajar di Cilegon yang terbantu. Karena investasi terbaik itu di kesehatan dan pendidikan anak. Kalau matanya sehat, belajarnya juga jadi lebih fokus,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua IROPIN Banten, Fetrik Livanos, A.Md.RO., S.E., M.M., menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan melalui tahapan optometri untuk memastikan siswa yang membutuhkan kacamata mendapatkan ukuran lensa yang sesuai.

“Kami mulai dari skrining kelainan refraksi, lalu dilanjutkan pemeriksaan subjektif untuk menentukan ukuran lensa yang pas. Jadi tidak asal-asalan,” jelas Fetrik.

Ia juga mengingatkan para siswa agar lebih bijak dalam menggunakan gawai dan menjaga kebiasaan membaca. Menurutnya, kebiasaan menggunakan gadget dalam waktu lama serta membaca dengan pencahayaan yang kurang baik perlu dihindari.

“Anak-anak sekarang terlalu lama main gadget. Layar terlalu terang, baca di tempat gelap, bahkan sambil tiduran. Itu yang harus diperhatikan,” ujarnya.

Kepala SMPN 6 Cilegon, Yeni Rahmiani, M.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran Baznas bersama sejumlah mitra kesehatan memberikan manfaat besar bagi para siswa, terutama mereka yang mengalami gangguan penglihatan.

“Kedatangan Baznas, IROPIN, RS Citra Sundari dan Klinik Saruni Pandeglang sangat membantu anak-anak kami yang mengalami kelainan mata,” kata Yeni.

Menurut Yeni, kegiatan tersebut tidak hanya berisi pemeriksaan mata, tetapi juga dilengkapi edukasi kesehatan. Para siswa mendapatkan sosialisasi mengenai cara menjaga kesehatan mata, termasuk kebiasaan membaca dengan pencahayaan yang cukup dan membatasi penggunaan telepon seluler.

“Tadi ada sosialisasi edukasi langsung dari dokter Ferlita. Beliau memberikan tips membaca yang baik, yaitu di ruang terang dan membatasi penggunaan HP. Guru-guru juga ikut cek kesehatan mata masing-masing,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan di lapangan sekolah, dilanjutkan arahan dari pihak rumah sakit, dokter, dan perwakilan IROPIN. Para siswa kemudian mendapatkan edukasi kesehatan mata sebelum menjalani pemeriksaan.

Setelah pemeriksaan dilakukan, siswa yang tidak mengalami gangguan penglihatan dipersilakan kembali mengikuti aktivitasnya. Sementara itu, kacamata gratis diberikan kepada siswa yang berdasarkan hasil pemeriksaan memang membutuhkan alat bantu penglihatan.

“Yang tidak ada masalah dipersilakan pulang. Kacamata gratis hanya untuk siswa yang memang terindikasi bermasalah,” ungkap Yeni.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut dan berharap program pemeriksaan serta pemberian kacamata gratis dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cilegon, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Baznas, RS Citra Sundari dan Klinik Saruni. Program luar biasa ini kami harap berkelanjutan. Walaupun hari Sabtu, anak dan guru tetap hadir penuh semangat untuk menyukseskan kegiatan,” pungkasnya. (Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *