37 Tahun Asahimas Chemical, H. Maman: Ini Bukan Sekadar HUT, Tapi Ruang Tumbuh Bareng Warga Gunung Sugih

37 Tahun Asahimas Chemical, H. Maman: Ini Bukan Sekadar HUT, Tapi Ruang Tumbuh Bareng Warga Gunung Sugih

*Cilegon, (Beritain)* – Suasana berbeda terasa saat PT Asahimas Chemical merayakan Hari Jadinya yang ke-37. Alih-alih di dalam pabrik, perayaan Sabtu, 12 September 2026 itu justru digelar terbuka untuk warga Kelurahan Gunung Sugih dan sekitarnya.

Langkah itu diapresiasi Ketua Pengusaha Gunung Sugih Bersatu (PGSB), H. Maman. Menurutnya, konsistensi Asahimas melibatkan masyarakat setiap tahun adalah contoh baik hubungan industri dengan lingkungan.

“ASC sudah membuktikan bahwa ulang tahun perusahaan bisa jadi milik bersama. Bukan hanya selebrasi, tapi juga memberi kebahagiaan yang dirasakan langsung warga,” kata H. Maman di sela acara.

Ia menyoroti bagaimana ribuan warga memadati lokasi acara dari pagi hingga selesai. Bagi H. Maman, itu bukti bahwa kehadiran Asahimas sudah diterima dan dinanti masyarakat.

Apresiasi juga ia sampaikan kepada para mitra usaha Asahimas. Dukungan berupa ratusan doorprize disebutnya sebagai bentuk nyata kolaborasi dunia usaha dalam menghibur masyarakat.

“Terima kasih kepada business partner ASC yang sudah ikut menyumbang doorprize. Semoga ini jadi berkah untuk semua dan ASC terus bertumbuh,” ujarnya.

Namun di balik kemeriahan, H. Maman melihat pesan ekonomi yang lebih dalam. Ia menilai 37 tahun Asahimas beroperasi harus diiringi dengan terbukanya ruang bagi pengusaha lokal.

“Kita berharap Asahimas jadi lokomotif. Teman-teman pengusaha di Gunung Sugih bisa masuk jadi mitra, mulai dari jasa, suplai, sampai logistik. Tujuannya supaya income warga sekitar juga naik,” jelasnya.

Ia mendorong lebih banyak pelaku UMKM lokal untuk dilirik menjadi business partner. Dengan begitu, efek kehadiran industri besar bisa dirasakan langsung oleh ekonomi akar rumput.

Momentum HUT juga dimanfaatkan PGSB untuk kegiatan sosial. Bersama gabungan pengusaha, mereka menyalurkan santunan kepada sekitar 400 dhuafa dan janda di wilayah Gunung Sugih.

“Ini bentuk kepedulian kami. Pengusaha juga harus hadir saat masyarakat butuh. Sekaligus mempererat hubungan antara pelaku usaha dengan warga,” kata H. Maman.

Baginya, kolaborasi adalah kunci. Perusahaan besar, pengusaha lokal, dan masyarakat harus jalan beriringan agar pertumbuhan tidak timpang.

“Kalau tiga pilar ini kuat, maka manfaatnya akan lebih luas. ASC maju, pengusaha lokal hidup, masyarakat sejahtera,” ucapnya.

Menutup, H. Maman berharap tradisi merayakan HUT bersama masyarakat terus berlanjut. Ia berdoa agar Asahimas semakin maju dan keberadaannya terus memberi dampak positif.

“Semoga hubungan baik ini terjaga. ASC semakin jaya, pengusaha lokal semakin berkembang, dan masyarakat Gunung Sugih makin merasakan manfaatnya,” tutupnya H. Maman. (Sari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *