*Cilegon, (Beritain.co.id) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cilegon melakukan kunjungan langsung ke rumah produksi pengrajin golok dan perkakas di Jl. Pabean Link. Kedawung No 28, RT 015/RW 05, Kel. Tegal Bunder, Kec. Purwakarta, Cilegon, Rabu, (02/09/2026).
Kunjungan dipimpin oleh Teguh Pribadi Putera, SE., M.Si., Kepala Seksi Industri Logam, Kimia, Mesin, Elektronik, dan Alat Angkut, sekaligus menjabat sebagai Jabatan Fungsional Pembina Industri Disperindag Kota Cilegon. Ia hadir bersama Didi Supriyadi selaku pemilik usaha sekaligus Ketua RT 15.

“Kunjungan hari ini dapat pada hari Rabu tanggal 2 September bersama Kang Didi atau Pak Didi selaku juga RT. Beliau memproduksi golok program Disperindag,” ujar Teguh Pribadi.
Ia menjelaskan, keberadaan IKM logam seperti milik Pak Didi memiliki potensi besar seiring adanya hilirisasi industri di Kota Cilegon. “Keberadaan IKM yang berada di Kota Cilegon seperti Pak Didi ini merupakan potensial IKM untuk hilirisasi industri. Sehingga nanti dalam pengembangannya kita sesuaikan dengan yang menjadi pasar untuk memenuhi itu semua,” katanya.
Menurut Teguh, pengembangan IKM perlu dukungan pemerintah, salah satunya melalui legalitas usaha. “Kita fasilitasi beberapa hal, salah satunya sebagai dasar badan usaha baik itu perorangan atau badan hukum. Sementara mungkin kita bantu dengan adanya NIB, dilihat kemampuannya seperti apa. Secara perorangan kita bantu selaku UMKM atau IKM, industri menengah tetapi kelengkapan usahanya dengan NIB yang sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.
Ia berharap dukungan ini tidak hanya untuk Pak Didi, tetapi bisa ditularkan ke IKM lain. “Ini menjadi catatan informasi penting untuk kalangan industri baik di daerah maupun di luar daerah. Harapan besar dengan adanya dukungan pengembangan IKM ini bisa memenuhi pasar skala daerah ataupun skala nasional bahkan mungkin lebih luas lagi,” ujarnya.
Lebih jauh, Teguh menilai IKM logam dapat menjadi solusi penyerapan tenaga kerja padat karya. “Dengan begitu penyerapan tenaga kerja juga bisa didapat melalui padat karya. Pemerintah Kota Cilegon khususnya memperhatikan penuh, baik itu fasilitasi peralatan dan sebagainya, sehingga IKM ini akan lebih mempunyai kemampuan lebih besar dalam proses aktivitas memenuhi kualitas dan kuantitasnya,” katanya.
Ia juga mewacanakan pembentukan sentra. “Saya melihat ini walaupun satu, tetap saja. Dengan adanya nanti kita komunikasikan dengan jajaran yang ada baik kelurahan kecamatan, ini bisa kita wujudkan menjadi sentra IKM golok atau IKM perkakas. Dengan teknologi yang sederhana pun ini bisa kita wujudkan,” tegasnya.
Dari sisi produk, Teguh menilai kualitas golok dan perkakas produksi Pak Didi sudah layak pasar. “Secara fisik saya lihat saja itu sudah sangat layak memenuhi pasar. Ini sudah memenuhi kelayakan pasar. Sudah untuk memenuhi pasar logam-logam, baik untuk perkakas, industri otomotif, pertanian, peternakan, rumah tangga dan sebagainya,” ucapnya.
*Didi Supriyadi* menyambut baik kunjungan tersebut. “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pihak Disperindag yang diwakili oleh Bapak Teguh Pribadi. Saya pribadi sangat termotivasi akan kerajinan di bilah golok dan pisau dan lainnya,” ujarnya.
Didi bercerita awal mula terjun sebagai pengrajin. “Story awal saya bisa menjadi pengrajin dimulai dari kelas 2 SMK. Waktu itu saya mulai tertarik dengan kejadian mengukir kayu dan membuat golok. Motivasi ini saya dapat dengan melihat orang tua saya. Ketekunan dan komitmen saya dari muda sampai sekarang,” kenangnya.
Di akhir, Didi berharap wacana sentra IKM segera terealisasi. “Mudah-mudahan kedepannya akan menjadi lebih baik lagi dengan adanya kunjungan ini. Saya berterima kasih dengan Disperindag terkait dengan adanya rencana sentralisasi perkakas di daerah Kelurahan Tegal Bunder. Semoga apa yang kami harapkan dapat terealisasi secepatnya,” tutupnya. (Sari)

