Cilegon, (Beritain) – Gelombang penolakan datang dari akar rumput. Seluruh Ketua PAC PPP se-Kota Cilegon menyatakan sikap menolak surat undangan rapat koordinasi Muscab yang mengatasnamakan DPC PPP Kota Cilegon pimpinan Tohir. Konsolidasi berlangsung di Kantor DPC PPP Ruko Jombang Business Centre, Kota Cilegon, Senin (08/06/2026).
Pernyataan ini disampaikan Ketua PAC PPP Ciwandan Holis Mufrodi mewakili 7 ketua PAC dari 7 PAC Menurutnya, surat tersebut diedarkan ke masing-masing PAC setelah muncul kepengurusan versi Tohir.
“Kami 7 kecamatan sudah konsolidasi. Alhamdulillah semua hadir dan satu suara: surat itu ilegal, tidak resmi. Kami tidak mengakui kepemimpinan PPP Kota Cilegon di bawah nahkoda Pak Tohir dan sekretarisnya,” tegas Holis.
Holis menyebut surat undangan Muscab versi Tohir berpotensi memecah belah internal. “Kalau surat itu dipaksakan dan tujuannya mensabotase atau memecah PPP, kami tolak keras. PAC se-Kota Cilegon punya SK resmi dari Ketum Suharso dan Sekjen Arwani, terbit sebelum kubu Pak Tohir muncul,” ujarnya.
Lebih lanjut, Holis menegaskan sikap 7 PAC untuk tetap solid di bawah kepemimpinan DPC yang sah. “Kami siap mendampingi dan mengawal kepemimpinan Abah Haji Sahruji sampai Muscab resmi dan legal terselenggara. Tunggu putusan pengadilan bulan Agustus nanti,” katanya.
Deklarasi ini sekaligus meluruskan isu di luar. “Jangan ada berita yang bilang 7 ketua PAC beralih. Kami tetap solid, mendukung penuh DPC Abah Sahruji sampai selesai. Itu sikap final kami,” pungkasnya. (Sari)

